Mengenal Lebih Dalam si Burung Cinta “Lovebird “

mengenal burung lovebird

Sejarah, Habitat, dan Klasifikasi Ilmiah Burung Lovebird

bertaniorganik.com – Burung Lovebird merupakan jenis burung yang saat ini menjadi trend dan populer dikalangan para pecinta dan kolektor burung. Jenis burung ini banyak dicari oleh para pecinta burung karena bentuk tubuhnya yang mungil dan lucu, paruh bengkok, keanekaragaman warna bulunya serta suara kicaunya yang khas.

Burung Lovebird merupakan jenis burung berparuh bengkok seperti Kakatua atau Nuri. Namun dibanding burung berparuh bengkok lain, burung Lovebird memiliki tubuh lebih kecil namun sedikit lebih besar dari Parkit. Panjang tubuh Lovebird sekitar 13-17 cm, dan berat mencapai 40-60 gram.

klasifikasi ilmiah burung lovebird

Terdapat 9 jenis burung cinta (Lovebird) dari genus Agapornis (berasal dari bahasa Yunani “agape” yang berarti cinta dan “ornis” yang berarti burung).  8 diantaranya berasal dari Afrika dan sisanya berasal dari Madagaskar.

Awalnya burung Lovebird berasal dari Afrika, yang kemudian untuk pertama kalinya pada tahun 1800an diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat. Namun sebagian besar burung Lovebird tersebut mati dalam penangkaran dan gagal dikembangbiakkan.

Burung Lovebird Burung Paling “Setia” di Dunia

Burung Lovebird merupakan jenis burung sosial. Di habitat aslinya burung Lovebird hidup berkelompok dan berpasangan. Setiap kelompok terdiri dari 5 hingga 20 ekor. Dan setiap burung dewasa akan hidup berpasangan. Masa hidup burung Lovebird bisa mencapai 10-15 tahun. Bisa dibilang burung Lovebird adalah burung paling setia di dunia karena burung ini baru akan berpisah dengan pasangannya jika salah satunya mati. Itulah kenapa burung ini di namakan dengan Lovebird “burung cinta”

Burung Lovebird menyukai kondisi alam yang kering dan iklim yang terik. Di alam bebas burung Lovebird membuat sarangnya di cabang-cabang pohon, lubang lumpur yang mengering, dan lubang-lubang pohon. Terkadang sarang burung Lovebird juga ditemukan di bangunan buatan manusia yang terdapat di tepi hutan atau perkebunan.

Dalam penangkaran, burung Lovebird mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi iklim. Sebagai hewan peliharaan, penyebaran Lovebird cukup luas. Karena burung ini mudah dijinakkan dan dipelihara, bahkan bisa dilatih untuk atraksi.

Tingginya perburuan liar terhadap burung ini membuat angka populasinya semakin menurun. Akhirnya sejak tahun 1970 pemerintah Amerika Serikat dan Uni Eropa melarang keras terhadap perburuan dan impor burung lovebird.

Baca Artikel Menarik Lainnya :