Jenis jenis Lele Unggul Yang Banyak Dibudidayakan Di Indonesia

Budidaya Ikan Lele, Habitat dan Perilakunya

jenis jenis lele unggul

WWW.BERTANIORGANIK.COM — Ikan lele (Clarias sp) merupakan jenis ikan air tawar yang sangat populer dan banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia. Di beberapa daerah ikan lele memiliki beberapa nama khas seperti ikan Kalang (Padang), ikan Maut (Gayo, Aceh), ikan Pintet (Kalsel), ikan Keling (Makasar), ikan Cepi (Bugis), dan ikan Lele atau Lindi (Jawa Tengah). Sementara di Negara lain ikan lele dikenal dengan nama Mali (Afrika), Plamond (Thailand), ikan Keli (Malaysia), Gura Magura (Srilanka), dan Catfish (Inggris).

Ikan lele merupakan jenis ikan yang banyak ditemukan di perairan tawar maupun payau. Ikan lele dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang mempunyai kepadatan tinggi dan kondisi air minim dan buruk. Di perairan bebas ikan lele berada di tempat-tempat air tergenang yang cenderung tenang seperti rawa, danau dan daerah sungai yang agak terlindung.

Ikan lele tergolong ikan nocturnal yang aktif bergerak di malam hari. Oleh karena itu ikan lele cenderung menyukai tempat tempat yang tenang, gelap dan teduh  dan membuat lubang-lubang di tanah.

Makanan Ikan Lele

Ikan lele memiliki kebiasaan makan di dasar perairan atau kolam (bottom feeder). Ikan lele tergolong ke dalam jenis ikan karnivora atau pemakan daging. Ikan lele dapat memakan siput, cacing, belatung, laron, jentik nyamuk, dll. Namun dalam keadaan tertentu ikan lele dapat menjadi kanibal atau memakan sesamanya. Biasanya kanibalisme lele terjadi karena tidak ada makanan lain atau faktor perbedaan ukuran, lele yang berukuran lebih besar akan memakan lele yang berukuran lebih kecil.

Oleh karena itu untuk mencegah timbulnya kanibalisme ikan lele, dalam budidaya pembesaran ikan lele penting untuk melakukan penebaran benih dengan ukuran yang seragam, manajemen pemberian pakan yang tepat serta penyortiran secara rutin.

Jenis jenis Ikan Lele Unggul Yang Sering Dibudidayakan Di Indonesia

Di Indonesia awalnya hanya jenis ikan lele lokal saja yang dibudidayakan, namun seiring berkembangnya teknologi budidaya serta tingginya minat masyarakat terhadap konsumsi ikan lele kini banyak jenis-jenis ikan lele unggul yang sudah dibudidayakan. Beberapa jenis ikan lele yang banyak dibudidayakan antara lain:

  • Ikan Lele Dumbo

lele dumbo
lele dumbo

Ikan lele dumbo merupakan jenis ikan lele yang didatangkan dari Taiwan pada tahun 1985. Lele dombo memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan ukuran tubuh yang lebih besar dibanding lele lokal. Sebagai perbandingan lele dumbo berumur 2 bulan akan memiliki ukuran tubuh dua kali lipat dibanding lele lokal berumur 1 tahun.

Dalam beberapa literatur disebutkan lele dumbo merupakan hasil persilangan antara lele asal Taiwan Clarias fuscus dengan lele asal Afrika Clarias mosambicus. Namun dalam keterangan lain disebutkan lele dumbo justru lebih mirip dengan Clarius gariepinus yang hidup di perairan Kenya, Afrika.

Lele dumbo memiliki keunikan yaitu tubuhnya akan bereaksi ketika lele dumbo terkejut atau stress. Kulit lele dumbo akan berubah menjadi bercak-bercak hitam atau putih dan akan berangsur-angsur normal kembali jika kondisi lingkungan kolam sudah stabil.

Seperti jenis lele lokal, lele dumbo juga memiliki sirip atau patil. Namun patil lele dumbo tidak beracun seperti halnya lele lokal. Lele dumbo sangat cocok jika dibudidayakan di kolam tanah karena tidak mempunyai kebiasaan membuat lubang di tanah. Namun dari sisi rasa lele dumbo memiliki kelemahan yaitu dagingnya yang lembek, sehingga banyak orang menganggap daging lele lokal lebih enak dibanding lele dumbo.

  • Ikan Lele Sangkuriang

lele sangkuriang
lele sangkuriang

Lele Sangkuriang pertama dirilis oleh Departemen Kelautan dan Pertanian pada tahun 2004. Penelitian lele Sangkuriang dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPAT) Sukabumi sejak tahun 2002. Penelitian ini dilakukan karena adanya kekhawatiran penurunan kualitas lele dumbo akibat kesalahan dalam menghasilkan benih dan penyilangan sekerabat (Inbreeding) yang terjadi secara terus menerus.

Lele Sangkuriang merupakan varietas unggul hasil persilangan balik (back cross) indukan lele dumbo betina F2 (koleksi BBPAT yang pertama kali didatangkan dari Taiwan) dengan lele dumbo pejantan F6 yang kemudian menghasilkan lele dumbo jantan f2-6. Lele dumbo jantan f2-6 itu kemudian dikawinkan kembali dengan lele betina F2 sehingga dihasilkanlah lele unggul Sangkuriang. Sementara penamaan sangkuriang sendiri merujuk pada cerita legenda Jawa Barat tentang seorang anak yang bernama Sangkurianag yang mengawini ibunya sendiri.

Lele Sangkuriang memiliki sifat unggul karena memiliki kemampuan bertelur 40.000-60.000 butir per sekali pemijahan. Sementara jenis lele lokal hanya mampu menghasilkan 1000-4000 butir telur per sekali pemijahan. Lele sangkuriang juga lebih tahan terhadap penyakit, dapat dipelihara di air minim, serta memiliki kualitas daging yang lebih baik.

Hanya saja kelemahannya adalah pembudidaya tidak bisa membenihkan lele sangkuriang dari induk sangkurianag. Apabila dibenihkan lagi kualitas lele akan menururun. Jadi untuk membenihkan lele sangkuriang harus melalui persilangan balik. Namun saat ini BBPAT tengah menggodok varietas sangkuriang 2 guna menyempurnakan sangkuriang 1 dengan mengawinkan indukan jantan F6 sangkuriang dengan indukan betina F2 dari Afrika.

  • Ikan Lele Phyton

lele phyton
lele phyton

Lele Phyton merupakan jenis lele hasil perkawinan indukan betina lele Thailand dengan indukan jantan lele dumbo F6. Lele phyton awalnya dikembangkan dan diperkenalkan oleh Teja Suwarna, Sonar Raja Jati, dan Wawan Setiawan dari kelompok pembudidaya lele asal Pandeglang, Banten. Lele phyton sesuai dengan namanya memiliki ciri, warna, dan bentuk kepala hampir menyerupai ular phyton. Lele ini juga memiliki mulut kecil serta kepala pipih memanjang dengan warna yang cerah, maka disebutlah lele ini dengan nama lele phyton.

Ciri lain dari lele phyton adalah memiliki punuk di belakang kepala, berekor bulat, dan sungut yng lebih panjang dibanding lele dumbo biasa. Lele jenis phyton ini memiliki semua keunggulan yang dimiliki oleh lele sangkuriang dan lele dumbo. Pertumbuhan lele phyton lebih cepat dengan rasio kebutuhan pakan lebih hemat, berukuran lebih seragam, daya hidup tinggi, lebih tahan penyakit, serta rendah lemak sehingga daging lebih enak.

  • Ikan Lele Masamo

lele masamo
lele masamo

Ikan lele Masamo adalah varietas ikan lele yang diproduksi oleh PT.Matahari Sakti (MS) Mojokerto, Jawa tengah. Lele masamo dihasilkan dari pengumpulan sifat berbagai plasma nutfah lele dari berbagai negara, antara lain lele dumbo dengan Clarias macrocephalus (bighead Fish) yang merupakan lele Afrika yang telah dikohabitasi di Thailand.

Lele Afrika selama ini dikenal dengan pertumbuhannya yang cepat dan daya tahan tubuhnya yang tinggi. Lele Afrika yang telah dikohabitasi di Asia Tenggara mudah beradaptasi terhadap lingkungan baru dan lebih tahan terhadap penyakit lokal. Saat ini lele masamo diproduksi terbatas hanya oleh PT Matahari Sakti dan hanya didistribusikan untuk jaringan mitra internal perusahaan mereka.

Ikan lele masamo memiliki beberapa keunggulan dibanding jenis ikan lele lain seperti, bertubuh bongsor, rakus makan tapi tetap efisien, tingkat keseragaman lebih tinggi, tidak mudah stress, lebih tahan penyakit, sifat kanibalismenya lebih rendah, sifat induk memiliki tingkat rata-rata penetasan atau produktivitas telur yang tinggi.

Secara fisik lele masamo memiliki perbedaan dengan beberapa varietas lele yang lebih dulu dikenal seperti, kepala lele masamo lebih lonjong menyerupai sepatu pantofel model lama. Badan lebih panjang dan lebih hitam, patil lebih panjang, ketika mengalami kaget atau stress badan lele masamo akan berwarna keputihan atau keabu-abuan.

Lele masamo memiliki keistimewaan seperti, memiliki bintik seperti tahi lalat di sekujur tubuhnya yang berukuran besar. Bentuk kepala lele masamo lebih runcing serta memiliki tonjolan di tengkuk kepala. Pada lele masamo indukan tonjolan di tengkuk kepala telihat jelas. Dengan ciri yang berbeda dengan lele jenis lain membuat lele masamo tidak mungkin dipalsukan. Namun pada masa benih, lele masamo masih sulit dibedakan dengan benih jenis ikan lele lain. Untuk membedakannya adalah lele masamo lebih agresif dan nafsu makannya lebih kuat.

  • Ikan Lele Mutiara

lele mutiara
lele mutiara

Jenis ikan lele unggul yang terakhir adalah lele mutiara. Lele mutiara merupakan lele hasil seleksi dari persilangan induk lele dumbo, lele mesir, lele phayton dan lele sangkuriang yang dilakuklan oleh Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Subang, Jawa Barat sejak 2010 hingga kemudian secara resmi dirilis pada 27 oktober 2014.

Saat ini lele mutiara menjadi primadona baru para peternak lele baik pembesaran maupun pemijahan. Hal ini karena ikan lele mutiara memiliki banyak keunggulan seperti laju pertumbuhan yang tinggi hingga 40% dibandingkan lele lain yang saat ini sering dibudidayakan. Dengan prosentase pertumbuhan yang lebih cepat maka waktu pemeliharaan pun menjadi lebih singkat. Dengan bibit ukuran 6-7 cm dalam waktu 45-50 hari lele sudah dapat dipanen dengan ukuran panen 6-9 ekor/kg dan tingkat keseragaman mencapai 80%.

Lele mutiara memiliki angka rasio pakan hanya 0,8 sehingga lebih hemat dalam pemberian pakan. Daya tahan lele mutiara terhadap penyakit juga lebih tinggi, hal dibuktikan oleh BPPI Sukamandi dengan merendam ikan lele mutiara ke dalam bakteri Aeromonas sp selama 60 jam, dari perendaman tersebut hanya 30 % ikan yang mati.

Demikian jenis-jenis lele unggul yang sering dibudidayakan di Indonesia semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan kepada yang lain. Ikuti terus artikel menarik yang lainnya.