[BISNIS MENJANJIKAN], Harga Kayu Gaharu Sampai 200 Juta. Apa Sebenarnya Manfaat Pohon Gaharu?

Manfaat Pohon Gaharu

pohon gaharuPohon gaharu merupakan jenis tanaman hutan yang saat ini namanya sedang naik daun. Banyak orang yang mulai melirik bisnis ini karena harga dari kayu gaharu ini yang sangat fantastis. Harga dari kayu gaharu bisa mencapai 50-200 juta per kg bahkan lebih. Mengapa demikian? Hal ini memang karena permintaan dunia akan kayu gaharu yang sangat tinggi, sementara persediaan kayu gaharu di pasar dunia baru bisa memenuhi 25% saja dari permintaan. Khusus di Indonesia sendiri pada tahun 2012 permintaan akan kayu gaharu mencapai 1800 ton sementara persediaan yang ada baru dapat memenuhi sekitar 600 ton saja. Oleh karena itu budidaya tanaman gaharu dapat menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Pohon gaharu merupakan sejenis pohon hutan yang mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga/genus Aquilaria, terutama A.Malaccensis. Resin atau sering disebut gubal gaharu terjadi akibat infeksi mikroba yang secara alami terbentuk ketika pohon gaharu berumur 25-30 tahun. Gubal atau resin inilah yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum berkualitas tinggi, kosmetik, dupa, alat-alat keagamaan, dan juga pengobatan.

Dahulu orang memanen gubal gaharu dari pohon-pohon gaharu yang telah berusia 25 tahun atau lebih yang diambil dari hutan secara langsung. Karena harganya yang demikian fantastis sehingga terjadi perburuan yang tak terkendali di hutan-hutan alami di Indonesia. Akibatnya terjadi kerusakan pada habitat gaharu dan cadangan gaharu alami di hutan pun terancam punah.

Dewasa ini dengan perkembangan teknologi, pohon gaharu mulai dibudidayakan. Dan tanpa harus menunggu 25 tahun gubal atau resin gaharu sudah dapat dipanen. Dengan teknik inokulasi atau pengeboran batang gaharu, kemudian menyuntikan cendawan atau mikroba pada saat pohon gaharu berusia 5 tahun panen gubal gaharu menjadi lebih singkat. Biasanya pembudidaya memulai panennya pada saat gaharu berusia 7 tahun lebih.

Proses Pembentukan Gubal atau Resin Gaharu

pengeboran gaharu
pengeboran gaharu

Gubal atau resin dihasilkan oleh tanaman gaharu sebagai sebuah respon terhadap adanya mikroba yang masuk ke dalam jaringan yang terluka. Luka pada tanaman gaharu dapat terjadi secara alami karena adanya dahan yang patah atau  kulit yang terkelupas. Ataupun terjadi secara sengaja dengan pengeboran maupun gergaji.

Masuknya mikroba ke dalam jaringan tanaman akan dianggap sebagai benda asing yang kemudian akan direspon oleh sel tanaman dengan menghasilkan senyawa fitoaleksin yang fungsinya sebagai alat pertahanan terhadap penyakit atau patogen. Senyawa fitoleksin tersebut berupa resin yang berwarna coklat dan beraroma harum yang menumpuk pada pembuluh xilem dan floem yang mencegah agar luka tidak meluas ke jaringan lain.

proses inokulasi
proses inokulasi

Namun apabila mikroba yang masuk kejaringan tanaman dapat mengalahkan sistem pertahanan tanaman maka gubal tidak akan terbentuk dan bagian tanaman yang luka akan membusuk. Kita dapat mengenali ciri-ciri bagian tanaman yang telah menghasilkan gubal dengan ciri kulit batang menjadi lunak, daun tanaman menguning dan rontok, serta terjadi pembengkakan, pelekukan, atau penebalan pada batang dan cabang tanaman.

Untuk tujuan komersil, saat ini masyarakat melakukan pengeboran terhadap batang gaharu untuk memasukkan mikroba atau cendawan ke dalamnya. Biasanya cendawan yang digunakan sebagai inokulum adalah Acremonium sp., Cylindrocarpon sp., Fusarium nivale, Fusarium solani, Fusarium fusariodes, Fusarium roseum, Fusarium lateritium dan Chepalosporium sp.

Pembagian Kelas Tanaman Gaharu

pembagian kelas gaharu
pembagian kelas gaharu

Harga jual gaharu bervariasi tergantung dari jenis tanaman yang dibudidayakan serta kualitas yang dihasilkan. Jenis Gaharu yang memiliki harga jual yang sangat tinggi adalah jenis gaharu dari tanaman famili Themeleaceae dengan jenis Aquilaria sp. yang dalam dunia perdagangan disebut dengan gaharu beringin. Sedangkan jenis gaharu dengan nilai jual yang relatif rendah, biasanya disebut sebagai gaharu buaya.

Kualitas gaharu juga berpengaruh terhadap harga. Kualitas gaharu ditentukan oleh banyaknya kandungan resin yang terdapat dalam jaringan kayunya. Semakin tinggi kandungan resin maka harga jualnya juga asemakin tinggi.

Secara global terdapat tiga kelas besar dalam perdagangan gaharu, yakni gubal, kemedangan, dan abu gaharu.

Gubal Gaharu

gubal gaharu
gubal gaharu

Gubal gaharu merupakan bagian dari kayu yang berwarna hitam atau hitam kecoklatan yang diperoleh dari bagian pohon penghasil gaharu yang memiliki kandungan resin wangi beraroma kuat. Dalam bahasa jawa biasanya disebut dengan galih. Gubal gaharu juga memiliki kelas yang berbeda-beda. Biasanya pembagian kelas gubal gaharu sebagai berikut:

  • Gubal kayu gaharu SUPER, berwarna hitam merata, memiliki aroma dan wangi yang sangat kuat.
  • Gubal kayu gaharu SUPER AB, berwarna hitam kecokelatan, memiliki wangi yang cukup,serta aroma yang ditimbulkan kuat.
  • GUBAL kayu SABAH SUPER, berwarna hitam kecokelatan,memiliki wangi yang sedang dengan aroma yang ditimbulkan agak kuat.
  • GUBAL kayu gaharu KELAS C, berwarna hitam dengan banyak garis putih dengan kepingan tipis dan cenderung rapuh.

Kemedangan Gaharu

kemedangan gaharu
kemedangan gaharu

Kemedangan adalah kayu gaharu yang memiliki kandungan resin yang wangi dan aroma yang lemah serta memiliki penampakan fisik berwarna kecoklatan sampai abu-abu, memiliki serat kasar, dan kayu lunak. kemedangan gaharu dibagi menjadi:

  • Kemedangan TANGGUNG A, berwarna cokelat kehitaman, memiliki wangi dan aroma yang kuat.
  • Kemedangan SABAH 1,warnanya cokelat bergaris putih tipis, wanginya sedang dengan aroma yang agak kuat.
  • Kemedangan TANGGUNG AB, berwarna cokelat bergaris putih agak tebal, wanginya sedang dengan aroma yang agak kuat.
  • Kemedangan TANGGUNG C,berwarna kecokelatan bergaris putih agak tebal, memiliki wangi sedang dengan aroma yang agak kuat.
  • KEMEDANGAN I, berwarna kecokelatan bergaris putih agak lebih tebal, memiliki wangi sedang dengan aroma yang agak kuat.
  • KEMEDANGAN II, ber warna keabu – abuan bergaris hitam yang tipis, memiliki wangi kurang, dengan aroma yang kurang kuat juga.
  • KEMEDANGAN III, berwarna putih keabu – abuan, memiliki wangi yang kurang harum, dan aroma kurang kuat juga.

Abu Gaharu

abu gaharu
abu gaharu

Abu gaharu adalah kelas terakhir yang berupa potongan, serbuk kayu hasil pengerokan atau sisa penghancuran kayu gaharu.