Kiat Sukses Budidaya Timun Hibrida Berbuah Lebat [35 Hari Panen]

Posted on

Tanaman Mentimun

Screenshot_139WWW.BERTANIORGANIK.COM — Di Indonesia buah mentimun sudah tidak asing lagi. Buah mentimun dapat dengan mudah kita dapatkan baik di pasar-pasar tradisional maupun supermarket. Buah mentimun banyak digunakan untuk berbagai produk olahan makanan seperti rujak, acar, manisan, pecel, lalapan dll.

Mentimun (Cucumis Sativus) adalah tanaman sayuran yang masuk dalam keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae) seperti semangka dan melon. Mentimun mempunyai karakteristik buah yang berbentuk lonjong memanjang berwarna kehijauan. Pada ujung tangkai buah biasanya mempunyai getah berwarna bening agak lengket.

Tanaman mentimun sebenarnya tanaman yang mudah dibudidayakan dan memiliki peluang bisnis yang menjanjikan. Usia tanaman mentimun cukup singkat, 35 hari sejak masa tanam tanaman mentimun sudah dapat kita petik. Untuk pemasarannya pun tidak terlalu sulit, banyak pedagang sayuran yang siap menampung hasil panen mentimun kita.

Jika kita ingin mengejar harga, masa tanam terbaik adalah saat masa tanam padi karena pada musim itu petani jarang menanam sayuran, mereka umumnya ramai menanam padi. Sehingga saat itulah kita memiliki peluang mendapat harga yang cukup tinggi.

LANGKAH LANGKAH MENANAM MENTIMUN

Mentimun merupakan tanaman yang dapat tumbuh diberbagai iklim. Namun iklim yang paling ideal adalah iklim kering dengan suhu 21-27 derajat celcius. Mentimun dapat ditanam di dataran rendah maupun tinggi, dengan ketinggian 100-1200 mdpl. Tanaman mentimun menyukai tanah yang gembur dan banyak mengandung unsur hara. Dengan tingkat keasaman tanah PH 6-7.

Karena timun termasuk tanaman singkat maka dibutuhkan perawatan ekstra karena mentimun cukup rentan hama dan cuaca. Hama utama mentimun biasanya tawon dan ulat.

Untuk memulai menanam mentimun langkah langkahnya adalah:

PEMILIHAN BIBIT

Diera pertanian modern seperti sekarang ini sebenarnya kita sangat dimudahkan untuk berbudidaya pertanian. Untuk persiapan bibit mentimun kita tidak perlu bersusah payah membuat bibit sendiri dengan menunggu mentimun tua dan matang. Karena di toko pertanian sudah banyak tersedia bibit timun berkualitas dengan berbagai merek dan harga yang ekonomis.

Yang perlu kita lakukan adalah proses perlakuan bibit sebelum ditanam:

  • Sebelum biit ditanam sebaiknya rendam bibit dalam air hangat 3-5 jam kemudian bungkus dengan kain lembab, bisa juga menggunakan kertas koran yang sebelumnya sudah kita basahi dengan air.
  • Dalam waktu 15-24 jam bibit akan mulai berkecambah dan siap untuk ditanam.

PERSIAPAN LAHAN

  • Gemburkan tanah dengan bajak atau cangkul dengan kedalaman 20-30 cm.
  • Buat bedengan atau guludan dengan lebar 1 meter dan tinggi 20-30 cm.
  • Jarak antar bedengan kurang lebih 50-60 cm.
  • Panjang bedengan menyesuaikan dengan lahan yang akan ditanami mentimun.
  • Setelah bedengan jadi taburkan kapur dolomit secara merata diatas bedengan untuk menjaga keasaman tanah.

Kemudian tutup bedengan dengan plastik mulsa perak di siang hari/saat panas supaya kondisinya tetap bagus. jangan lupa beri penguat disetiap sisi mulsa agar mulsa tidak menggulung tertiup angin (lihat gambar).Screenshot_140

  • Setelah itu buatlah lubang lubang diatas mulsa dengan lebar kuarng lebih 10 cm dengan jarak antar lubang kurang lebih 40 cm (lebar) dan 50 cm (panjang). Untuk membuat lubang kita dapat mengguinakan kaleng susu yang didalamnya sudah kita beri arang batok untuk memanaskan. Kemudian kaleng kita tempelkan ke plastik mulsa.Screenshot_141
  • Berikan pupuk kompos atau pupuk kandang pada lubang tanam yang sudah dibuat dengan dosis 0,5-1 Kg perlubang tanam. Biarkan sampai 1 minggu baru siap di tanam.

PENANAMAN MENTIMUN

  • Masukkan biji mentimun kedalam lubang tanam yang telah dibuat. Satu lubang diisi dengan 2 biji mentimun kemudian biji ditutup dengan tanah.
  • Setelah 4 hari biasanya mentimun sudah mulai tumbuh, kontrol pertumbuhan dan perkembangannya. jika terdapat mentimun yang tidak tumbuh atau pertumbuhan terhambat, kerdil dsb segera ganti dengan biji baru.

PERAWATAN MENTIMUN

Perawatan mentimun ini meliputi pengairan dan pemupukan, dan pemberian ajir.

PENGAIRAN.

Tanaman mentimun tidak memerlukan banyak air. Pengairan hanya dilakukan pada saat saat umur 1-4 hari pada waktu proses pertumbuhan kecambah. Serta pada umur 15-20 hari saat mulai tumbuh batang.

PEMUPUKAN

Pemupukan pertama, dilakukan dengan menggunakan NPK pada saat umur tanaman mencapai 14 hari. Caranya campurkan pupuk NPK 15-7-7 dengan air dengan dosis 1 kg per 50 liter air dan pupuk kalium phospat 4 sendok makan per 50 liter air. Tambahkan insektisida berbahan Karbofuron untuk membasmi hama yang ada didalam tanah. Kocorkan pupuk sebanyak 200 ml per tanaman.

Pemupukan kedua, dilakukan pada saat umur 30 hst dengan campuran ZA, SP36, dan KCL atau dengan pupuk majemuk NPK. Pemupukan dilakukan dengan cara tanah ditugal sedalam 5 cm kemudian masukkan pupuk yang sudah disiapkan. Jarak pemupukan kurang lebih 5 cm dari batang tanam.

Pemupukan lanjutan dilakukan dengan interval 7-10 hari.

PEMASANGAN AJIR
  • Pasang ajir satu hari setelah benih ditanam.
  • Tinggi ajir 150-200cm agar batang dan daun dapat berkembang dengan baik.Screenshot_142
  • Pasang benang nilon untuk menghubungkan 1 ajir dengan ajir yang lain, benang nilon berfungsi sebagai media rambatan tanaman.
  • Pada usia tanaman satu minggu biasanya tanaman sudah mulai merambat. Rambatkan tanaman pada ajir dan kontrollah secara rutin sehingga tanaman tidak merambat kemana-mana. Cara merambatkannya dengan menali batang mentimun pada nilon atau ajir menggunakan tali rapia. Usahan tali tidak terlalu rapat yang dapat mengganggu pertumbuhan batang.

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Timun

  • Lakukan pembersihan gulam secara rutin dengan cara mencabut gulma yang tumbuh pangkal batang mentimun.
  • Hama pada mentimun biasanya adalah Ulat bunga (Maruca testulis), Lalat kacang (Ophiomya phaseloli), Kutu daun (Aphis cracivora Koch), Ulat grayak (Spodoptera litura). penanggulangannya dapat dilakukan denganĀ  insectisida berbahan aktif abamectrin, imidakloprit, sipermetrin. contoh produknya adalah prevaton, sidametrin dll.
  • Penyakit yang menyerang biasanya bercak daun (Cescospora sp), layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum), antraknos, layu fusarium (Fusarium oxysporum). penanggulangannya dengan penyemprotan fungisida berbahan aktif mankozeb, propinep, oksiterasiklin.

Pemanenan

Screenshot_143Tanaman mentimun merupakan tanaman berumur cepat. Buah mentimun sudah dapat dipanen pada umur selapan atau 35 hari. Pemetikan dilakukan 2 hari sekali dengan dengan cara memetik 2-3 buah per pohonnya.

Jika cara budidaya mentimun yang dilakukan cara yang tepat, hasil panen mentimun bisa mencapai 30 ton per hektarnya.

Demikian Kiat Sukses Budidaya Timun Hibrida Berbuah Lebat [35 Hari Panen] semoga bermanfaat. jangan lupa untuk membagikan kepada yang lain.

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *