Cara Membuat Pupuk NPK Sendiri Serta Cara Menghitung Kandungan Pupuk

Meracik Pupuk NPK Sendiri, Solusi Mengatasi Kebutuhan Pupuk Yang Kian Mahal dan Langka

screenshot_137WWW.BERTANIORGANIK.COM – Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang memiliki kandungan unsur utama, yakni N (Nitrogen), P (Phospat atau Phospor), dan K (Kalium). Ada banyak merek pupuk NPK yang beredar di pasaran, diantaranya NPK Phonska, NPK Mutiara, dan NPK Mahkota.

Penggunaan pupuk NPK dalam budidaya pertanian memang lebih praktis dari pada menggunakan pupuk tunggal seperti Urea, ZA, SP36, dll. Karena dengan menggunakan NPK, sekali aplikasi pemupukan kita langsung mendapatkan 3 unsur utama sekaligus N, P, dan K. Sementara pupuk tunggal seperti Urea, SP36, dan KCL masing-masing hanya memiliki satu kandungan unsur.

Namun pupuk NPK harganya cukup mahal, sehingga seringkali memberatkan petani. Sebagai contoh, pupuk NPK Mutiara untuk kemasan 50 Kg harganya bisa mencapai Rp. 480.000 di pasaran dengan harga eceran Rp.11.000-12.000 per Kg. Sementara pupuk NPK Phonska yang merupakan pupuk bersubsidi harganya paling murah. Untuk ukuran 50 Kg dibanderol harga sekitar Rp.185.000. Namun kendalanya barangnya sangat susah didapat alias langka.

Melihat kondisi di atas tentu kita tidak bisa berdiam diri begitu saja membiarkan tanaman kita tumbuh tidak sempurna karena kurangnya unsur yang diperlukan tanaman. Untuk mengatasi hal tersebut salah satu solusinya adalah dengan berinovasi meramu pupuk NPK sendiri menggunakan pupuk tunggal yang masing-masing mengandung unsur N, P, dan K.
Pupuk tunggal yang mengandung unsur N (Nitrogen) adalah Urea dan ZA. Pupuk yang mengandung unsur P (Phospat) adalah TSP, SP36, dan SP18. Sedangkan pupuk yang mengandung unsur K (Kalium) adalah KCL.

Kandungan Unsur Hara Pupuk Anorganik Tunggal dan Majemuk

Sebelum kita meracik pupuk majemuk NPK sendiri, hal yang harus kita pahami adalah berapa kadar kandungan masing-masing pupuk tunggal seperti Urea, Za, TSP,SP36, SP18, dan KCL.

JENIS PUPUK    KANDUNGAN    JUMLAH %
UREA                   Nitrogen (N)        54%
ZA                         Nitrogen (N)        21%
TSP                       Phosphat (P)        46%
SP36                     Phosphat (P)         36%
SP18                      Phosphat (P)        18%
KCL                       Kalium (K)            45%

Selain itu, biasanya pada kemasan pupuk NPK tertera angka 12:12:12, 16:16:16 dll. Angka-angka tersebut adalah menunjukan kadar kandungan yang terdapat dalam pupuk NPK tersebut. Kadar kandungan NPK berbeda-beda tergantung jenis dan mereknya. Misalnya merek NPK Phonska dan NPK BASF memiliki kadar kandungan 15% N, 15% P, dan 15% K. Jenis NPK Mahkota memiliki kadar kandungan 12% N, 12% P, dan 12%K. Sedangkan NPK Mutiara memiliki kadar kandungan 16% N, 16% P, dan 16% K.

Cara Membuat Pupuk NPK Sendiriscreenshot_138

  • Tentukan kandungan atau kadar persentase NPK yang akan kita buat. Misal kita akan membuat NPK 16:16:16.
  • Siapkan jenis pupuk tunggal yang akan kita butuhkan yaitu pupuk Nitrogen, Phospat, dan KCL. Contoh: Urea, SP36, KCL.
  • Tentukan jumlah pupuk NPK yang akan kita buat. Misal kita akan membuat NPK 16:16:16 sebanyak 50 KG.
  • Hitung persentase unsur N, P, K yang kita butuhkan, misalnya N 16%, P 16%, K 16%. Cara menghitung kebutuhannya:
    Unsur N: 16% X 50 Kg= 8 Kg.
    Unsur P: 16% X 50 Kg= 8 Kg.
    Unsur K: 16% X 50Kg= 8 Kg.
  • Konversikan kebutuhan masing-masing unsur dengan kebutuhan pupuk tunggal yang akan kita gunakan (Urea, SP36, KCL). Seperti yang sudah dijelaskan dalam tabel di atas kandungan N dalam urea adalah 54%, kandungan P dalam SP36 36%, dan kandungan K dalam KCL 45%, maka rumusnya adalah:
    Untuk mendapatkan kandungan N 8 Kg kita membutuhkan urea (100 : 54) X 8 = 14 Kg.
    Untuk mendapatkan kandungan P 8 Kg kita membutuhkan SP36 (100 : 36) x 8 = 22 Kg.
    Untuk mendapatkan kandungan K 8 Kg kita membutuhkan KCL (100 : 45) x 8 = 17 Kg.
  • Oleh karena itu untuk mendapatkan NPK 16:16:16 sebanyak 50Kg kita membutuhkan Urea 14 Kg, SP36 22 Kg, dan KCL 17 Kg.

Sangat mudah bukan??

Jika kita kalkulasikan harganya kemudian kita bandingkan dengan harga pupuk NPK siap pakai maka:

  • Harga Urea Rp.95.000 @50Kg atau Rp.2.000 @Kg berarti Rp.2000 x 14 Kg = Rp.28.000.
  • Harga SP36 Rp.130.000 @50 Kg atau Rp.2.600 @Kg berarti Rp.2.600 x 22 Kg = Rp.57.200.
  • Harga KCL Rp.195.000 @50 Kg atau Rp.3.900 @Kg berarti Rp.3.900 x 17 Kg = Rp.66.300.

Jadi harga total keseluruhan adalah 28.000 + 57.000 + 66.300 = Rp.151.300.

Rumus Menghitung Kadar Unsur Hara Pupuk NPK

Rumus menghitung kadar unsur hara pupuk NPK ini adalah rumus sederhana yang saya sarikan dari penjelasan di atas. Rumusnya adalah:

( (kadar unsur NPK yang dibutuhkan : 100) x jumlah NPK yang akan dibuat) ) x (100 : kadar unsur pupuk tunggal).

Contoh: Membuat NPK 16:16:16 50 Kg menggunakan UREA, SP36, dan KCl.

Urea: ( (16 : 100) x 50 Kg) x (100 : 54)
= ( 0,16 x 50 Kg ) x 1,8
= 8 x 1,8
= 14,4 Kg.

SP36: ( (16 : 100) x 50 Kg) x (100 : 36)
= ( 0,16 x 50 Kg ) x 2,7
= 8 x 2,7
= 22,2 Kg.

KCL: ( (16 : 100) x 50 Kg) x (100 : 45)
= ( 0,16 x 50 Kg ) x 2,22
= 8 x 2,2
= 17,7 Kg.

Demikian Cara Membuat Pupuk NPK Sendiri Serta Cara Menghitung Kandungan Pupuksemoga bermanfaat. Jangan lupa dibagikan agar pertanian Indonesia semakin maju.