[AMPUH] Begini Cara Mengatasi Bau Amis Busuk Pada Kolam Lele Terpal Menggunakan Formula Bakteri Probiotik

Penyebab Bau Busuk Pada Kolam Lele Terpal

bau busuk pada kolam lele
bau busuk pada kolam lele

WWW.BERTANIORGANIK.COMKolam lele yang menggunakan tembok, terpal, atau drum plastik jika sudah setengah bulan dari masa tebar benih biasanya akan mengeluarkan bau amis busuk yang menyengat hidung. Jika kolam lele berada di dekat pemukiman tentu bau yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu sang pemilik namun juga tetangga yang lokasinya berada dekat dengan kolam budidaya. Jika hal itu terjadi terus menerus tentu saja bisa berakibat buruk, baik dari segi kesehatan maupun hubungan antar tetangga.

Baca: Begini Cara Mengganti Air Kolam Lele Dengan Benar Agar Lele Tidak Stress

Bau menyengat pada kolam lele tersebut biasanya disebabkan karena beberapa hal :

  • Perawatan air kolam yang kurang memadai.
  • Pemberian pakan yang berlebihan, sehingga menimbulkan sisa.
  • Ikan mati yang membusuk di kolam.
  • Pemberian pakan mentah dalam volume banyak.
  • Penumpukan kotoran dan amoniak hasil metabolisme ikan.

Melihat kondisi di lapangan, biasanya para peternak bukan tidak berusaha menghilangkan bau busuk tersebut. Namun peternak seperti kehabisan akal bagaimana menghilangkan bau dari kolam itu.

Banyak sudah cara dilakukan, mengganti air, mengikuti saran tetangga, mengikuti panduan dari internet, dll. Sepertinya memang diawal caranya berhasil, kolam sudah tidak bau lagi. Namun cara tersebut hanya bertahan selama 3 hari saja. Setelah itu kolam kembali mengeluarkan bau menyengat.

Lalu sebenarnya bagaimana cara tepat mengatasinya?

Berikut ini saya uraikan cara mengatasi bau yang menyengat pada kolam, cara yang saya bagikan ini bukan sekedar teori, namun sudah di uji coba dan dipraktikan di daerah Purworejo Jawa Tengah dengan hasil yang memuaskan.

Cara Menghilangkan Bau Menyengat Pada Kolam Lele Terpal

Untuk menghilangkan bau menyengat pada kolam, kita dapat melakukannya dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Beri pakan secukupnya saja.Berilah pakan lele secukupnya saja, jangan berlebihan. Sisa pakan yang berlebihan akan menghasilkan Amoniak. Amoniak inilah salah satu faktor penyebab bau busuk. Beberapa praktisi menganjurkan agar membuat perkiraan pakan yang dapat membuat seekor ikan dalam kondisi 80% kenyang.

Baca: 5 Pakan Lele Alternatif Ini Mampu Mengurangi Biaya Pakan Pelet Lho…

  • Buang ikan yang mati.Dalam budidaya lele biasanya terdapat beberapa ikan yang mati dan mengambang di kolam. Ikan-ikan yang mati tersebut harus segera diangkat dan dibuang. Apabila bangkai ikan dibiarkan, bangkai ikan tersebut dapat menjadi sumber bau sekaligus menjadi indikator air kolam dalam level kurang sehat.
  • Merebus pakan mentah.Jika kita ingin memberikan pakan mentah sebagai pakan tambahan sebaiknya direbus terlebih dahulu terutama jika pemberian volume banyak. Sesuaikan jumlah pakan dengan jumlah ikan di dalam kolam. Pakan mentah yang bersisa dapat menimbulkan bau busuk yang menyengat.
  • Penggantian air secara berkala.Lele memang tetap dapat tumbuh meski tanpa penggantian air, namun penambahan volume air tetap perlu dilakukan untuk mengganti turunnya volume air. Penggantian air secara berkala dapat mengurangi bau pada kolam. Sebab beberapa racun dan bakteri ikut berkurang bersama terbuangnya air.
  • Pensifonan.Pensifonan adalah membuang kotoran atau endapan dari dasar kolam. Pensifonan dapat dilakukan dengan membuka saluran pembuangan atau menyedot menggunakan selang. Pensifonan penting dilakukan karena kita membuang kotoran dan amoniak yang menyebabkan bau menyengat di kolam. Pensifonan sebaiknya dilakukan sore hari agar lele tidak stress. Setelah selesai, kemudian tambahkan kembali air untuk menggantikan air yang terbuang.
  • Filter air.Penerapan metode filter air memang jarang dilakukan, namun menggunakan metode ini dapat mengurangi bahan organik yang mengendap di dasar kolam dan bau yang ditimbulkan. Penggunaan filter air pada kolam mirip seperti instalasi filter air pada aquarium. Air kolam dipompa menggunakan instalasi filter air kemudian dialirkan kembali ke kolam. Penggunaan filter air akan membuat air lebih bersih, meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air juga melepas kadar amoniak ke udara. Penggunaan filterair biasanya pada kolam padat tebar.
  • Membuat kucuran air.Kucuran air akan melepaskan kamdungan amoniak ke udara sehingga dapat mengurangi bau pada kolam. Kita dapat membuat kucuran air menggunakan pompa air atau pompa akuarium.
  • Menggunakan bakteri probiotik

Penggunaan metode masih jarang dilakukan orang. Karena belum banyak yang mengetahuinya. Namun metode ini terbukti mengurangi tingkat bau lebih tinggi dibanding metode lain. Metode ini adalah pengembangan dari penggunaan probiotik EM4.

Metode ini menggunakan berbagai macam bakteri yang mempunyai fungsi:

1. Mempercepat proses pembusukan kotoran di dalam kolam.

2. Menetralkan zat-zat yang berbahaya seperti amoniak yang dihasilkan oleh sisa pakan dll.

3. Mengendalikan kuman dan penghasil antibiotik yang dapat membunuh bakteri jahat.

4. Menghilangkan bau hasil pembusukan.

Bakteri tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda dan bekerja sama dalam satu kolam.

Baca: Keunggulan Budidaya LELE MUTIARA, Varietas Unggul 50 hari Panen Tanpa Seleksi

Cara Membuat Bakteri Probiotik

Siapkan mikroorganime yang mempunyai fungsi minimal empat fungsi diatas sebagai starternya. Mikroorganisme itu kita dapat dari EM4 dan PROBIO7 (dapat dibeli ditoko pertanian).screenshot_126

doc.pribadi

  • Buat media untuk perkembangbiakan bakteri. Cara membuatnya, campurkan 3 saset susu kental manis dan 3 sendok tepung tapioka ke dalam 6 liter air. Tambahkan 1,5 liter tetes tebu (bisa diganti dengan gula merah).
  • Rebus bahan tersebut dan aduk hingga merata.
  • Angkat dan dinginkan. Kemudian masukkan ke dalam derigen.
  • Masukkan EM4 dan PROBIO7 secukupnya (semakin banyak semakin cepat berkembang).
  • Tambahkan 2 sendok urea sebagai sumber energi bagi mikroorganisme untuk berkembang biak di dalam media.
  • Tutup rapat derigen dan biarkan selama 5 hari.
  • Bukalah tutup derigen secara rutin pagi dan sore untuk memberi oksigen dan mengeluarkan gas dari dalam oksigen.

Baca: Jenis Jenis Hama dan Penyakit Pada Ikan Lele dan Cara Mengatasinya

Cara Penggunaan Formula Bakteri Probiotik

Untuk menggunakan formula bakteri probiotik caranya adalah:

  • Setelah formula bakteri probiotik selesai dibuat aplikasikan formula tersebut setiap hari.
  • Kocorkan dipagi hari formula bakteri probiotik sebanyak 2 tutup botol per m3 air yang dicampur 1 liter air. Formula bakteri probiotik diberikan setiap hari karena lele diberi makan setiap hari dan menghasilkan kotoran setiap hari, apabila aplikasi ini tidak dilakukan setiap hari maka bakteri tidak akan mampu mengatasi amoniak dan sejenisnya yang bisa menghasilkan bau menyengat pada air kolam.

Terima kasih telah membaca Cara Mengatasi Bau Amis Busuk Pada Kolam Lele Terpal Menggunakan Formula Bakteri Probiotik. Selamat mencoba semoga berhasil. Jangan lupa bagikan kepada yang lain.

Artikel menarik lainnya:

Begini Cara Mudah Membuat Kolam Terpal Rangka Bambu Untuk Ternak Lele

[PANDUAN LENGKAP] Cara Budidaya Lele Sistem Bioflok, Hasilnya 10 Kali Lipat Dari Budidaya Biasa

Pengertian Budidaya Lele Sistem Bioflok, Keuntungan dan Kelemahannya

Jenis jenis Lele Unggul Yang Banyak Dibudidayakan Di Indonesia

Cara Termudah Budidaya Azolla Microphylla Untuk Pakan Ternak dan Ikan Kaya Nutrisi

Inilah Cara Lengkap Budidaya Maggot di Rumah [Solusi Pakan Ikan Murah]

Panduan Teknis Budidaya Gurame Soang Dalam Terpal (Dinding Tanah) 8 Bulan Panen

Budidaya Gurame Soang Kolam Terpal (Kerangka Besi) Bagi Pemula [ Panduan Teknis 8 Bulan Panen]