PEMUPUKAN BUAH NAGA

[BONUS TIPS PERAWATAN] Teknik Tepat Pemupukan Buah Naga Agar Cepat Berbuah Lebat, Lengkap Dengan Jenis dan Dosis Pupuk

Posted on

PEMUPUKAN TANAMAN BUAH NAGA

PEMUPUKAN BUAH NAGA
PEMUPUKAN BUAH NAGA

Dalam penanaman buah naga pemupukan merupakan salah satu unsur penting yang mendukung proses budidaya. Karena pemupukan merupakan proses pemberian makan dan nutrisi yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan batang dan tunas serta percepatan bunga dan buah. Untuk itu teknik pemupukan buah naga serta dosis pemupukan buah naga harus tepat.

Sebelum kita lanjut keteknik pemupukan kita juga perlu tahu jenis-jenis buah naga yang umum ditanam di Indonesia. Jenis-jenis buah naga antara lain:

  • Hylocereus undatus, kulit buah berwarna merah dan daging buah putih.
  • Hylocereus polyrhizus, kulit buah berwarna merah dan daging buah merah.
  • Selenicereus megalanthus, kulit buah berwarna kuning dan daging buah putih.
  • Hylocereus costaricensis, buah naga daging super merah.

Cara Pemupukan Buah Naga dan Dosis Pemupukannya

Pemberian Pupuk Dasar dan Dosis per TanamanĀ 

Pemupukan dasar ialah pemupukan yang dilakukan menjelang penanaman. Pupuk dasar diberikan pada saat menyiapkan media tanam dengan menggunakan kombinasi berupa tanah, pasir 5 kg, bubuk bata merah 5kg, pupuk kandang 10 kg dan dolomit 300 gram. Bahan-bahan tersebut dicampur merata dengan tanah. Setelah penyiapan media tanam selesai kemudian disiram dan biarkan terkena matahari hingga kering. Pengeringan ini bertujuan agar tanah terbebas dari racun dan penguapan.

Untuk pemupukan dasar pada penanaman buah naga dalam pot, pupuk dasar diberikan pada saat persiapan media tanam dengan menggunakan campuran tanah, pasir, pupuk kandang, dan pupuk kompos. Campur bahan tersebut dengan perbandingan 2:1:3:1. Tambahkan juga bubuk bata merah dan dolomit 100gr. Siram media tanam hingga jenuh dan biarkan selama sehari semalam.

Teknik Pemupukan Buah Naga Agar Cepat Tumbuh Tunas dan Panjang

Agar buah naga cepat tumbuh tunas dan panjang, pupuk yang digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur N tinggi. Pupuk bisa menggunakan pupuk kandang bisa juga pupuk buatan atau kemasan. Jika menggunakan pupuk kandang, pupuk yang paling baik adalah kotoran ayam. Jika menggunakan pupuk buatan atau pupuk kimia gunakanlah yang memiliki unsur N lebih tinggi dari P dan K, misal UREA atau ZA.

Pemupukan ini akan menghasilkan batang yang cepat tumbuh dan pertumbuhan tunas baru yang lebih cepat, warna akan terlihat lebih muda dan diameter batang lebih kecil namun lebih panjang.

Metode pemupukan ini cocok digunakan untuk perbanyakan bibit atau pemupukan tanaman buah naga sehabis musim buah.

Cara Pemupukan Buah Naga Agar Cepat Berbuah Lebat

Pemupukan ini dilakukan dengan tujuan agar buah naga cepat berbunga dan menghasilkan buah. Untuk pemupukan ini pupuk yang digunakan adalah pupuk yang banyak mengandung unsur P dari pada N. Bisa menggunakan pupuk kandang atau pupuk kemasan. Jika menggunakan pupuk kandang, pupuk yang paling bagus adalah pupuk dari kotoran kambing. Jika menggunakan pupuk kemasan gunakan pupuk yang tinggi kandungan P, misalnya TSP atau SP36. Pemupukan ini akan menghasilkan batang yang lebih hijau, lebih gelap, diameter batang lebih besar. Metode ini cocok digunakan pada budidaya buah naga dalam pot atau untuk buah naga dewasa menjelang berbuah.
Pada sistem Tabulampot (Tanaman Buah Dalam Pot), pemupukan ini wajib dilakukan karena yang dibutuhkan adalah tanaman buah naga yang berukuran kecil tetapi sudah berbuah.

Langkah Langkah Agar Buah Naga Cepat Berbunga dan Berbuah

  • Media tanam tidak terlalu padat (tidak lama menyimpan air).
  • Mendapat sinar matahari yang cukup.
  • Pemupukan yang tepat (penjelasan di atas).
  • Pemangkasan untuk mencegah cabang terus tumbuh dan munculnya tunas baru.
  • jagalah agar sulur atau batang tidak terlalu rimbun, sehingga sulur bagian atas tidak menutupi sulur pada bagian bawah dari sinar matahari.

Jika 5 hal tersebut terpenuhi, insya Allah tanaman buah naga akan cepat berbunga dan berbuah. Jika sudah berbuah dan matang jangan lupa berbagi dengan tetangga agar Allah menambah buahnya lebih banyak.

Tips dan Cara Budidaya Buah Naga

Secara garis besar ada beberapa faktor yang mendukung buah naga agar bisa berbuah besar dan lebat.

  • Budidaya Buah Naga membutuhkan kondisi tanah berpasir, kering, cenderung merah, PH normal (6-7). Apabila tanah cenderung basah/asam, maka perlu diberi kapur dolomit untuk meningkatkan PH tanah. Begitu pula apabila tanahnya cenderung keras, bisa ditambahkan pasir atau abu sekam untuk menggemburkan.
  • PH tanah normal 6-7 sangat penting dalam budidaya buah naga. Apabila PH tanah cenderung asam, maka akan mudah terserang jamur yang mengakibatkan busuk akar atau batang. Kemudian serapan unsur Kalium akan terhambat sehingga tanaman buah naga menjadi tidak maksimal (kerdil). Turunnya PH tanah bisa terjadi akibat curah hujan yang tinggi serta sistem drainase yang kurang bagus, sehingga air menggenang dan tidak bisa cepat tersalurkan.
  • Jumlah cabang buah naga yang terlalu banyak juga kurang bagus, karena hasil produksi buah naga tidak bisa maksimal. Unsur hara yang diserap pohon buah naga yang seharusnya untuk proses pembungaan dan pembuahan habis untuk memenuhi kebutuhan batangnya saja. Sebaiknya jumlah normal cabang sekitar 4-6 cabang/pohon.
  • Ketika pada masa berbuah, lakukan pemotongan ujung cabang agar cabang tidak berkonsentrasi untuk pengembangan batang. Sehingga unsur hara hanya digunakan untuk proses pembesaran Buah Naga.
  • Unsur Kalium (K) sangat penting dalam proses pembentukan dan pembesaran buah naga. Unsur Kalium alami/organik dapat didapatkan dari pangkal pohon pisang, serabut kelapa, organik laut, tulang ikan/hewani, daun teh dll. Kalium anorganik atau kimia didapat dari ZK, MKP, KNO3. Pemberian Kalium bisa disemprotkan dan juga bisa ditaburkan disekitar tanaman.

Proses Penyerbukan Manual Buah Naga.

  • Waktu paling tepat untuk melakukan penyerbukan adalah ketika mahkota bunga sudah mekar sempurna. Jika penyerbukan sebelum bunga mekar hasilnya kurang bagus.
  • Berhati-hatilah saat mengoleskan serbuk sari pada putik, jangan sampai tangkai putik patah akibat gerakan yang terlalu keras. Karena akan menyebabkan gagalnya penyerbukan.
  • Bagi pembudidaya pemula, sebaiknya gunakan kuas bersih dan kering untuk mengoleskan serbuk sari ke putik. Karena meski bisa dilakukan dengan jari tangan, tetapi tangan yang tidak bersih, berkeringat, basah, dapat menyebabkan gagalnya penyerbukan.
  • Untuk kuntum bunga yang menghadap ke atas, setelah kita melakukan penyerbukan tutuplah dengan kerodong. Hal ini untuk mencegah terkena air hujan langsung yang dapat menyebabkan kegagalan. Meski pada beberapa orang banyak yang tidak dikerodong,penyerbukan tetap berhasil.
  • Serbuk sari bisa di oleskan pada putik bunga lain, biasanya ini dilakukan untuk penyilangan dua jenis buah naga.

BACA JUGA:

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *