Cara Menanam Bawang Merah Dalam Polybag Secara Tepat. Meningkatkan Hasil Berlipat

Posted on

Cara Menanam Bawang Merah Dalam Polybag

bawang-merah
Bertaniorganik.com– Cara Menanam Bawang Merah Dalam Polybag – Sampai saat ini bawang merah (Allium ascalonicum) masih menjadi salah satu komoditi bernilai ekonomis tinggi.

Meskipun harga bawang merah di pasaran melonjak tinggi tetap saja dibeli. Kenapa? karena bawang merah sudah menjadi bumbu utama hampir semua masakan. Namun sebenarnya kita bisa mensiasati tingginya harga bawang merah dengan menanam bawang merah sendiri di rumah.

Bahkan menanam bawang merah bisa menjadi peluang bisnis baru. Namun bagaimana jika kita tak punya tanah yang luas untuk budidaya? ternyata kita bisa mensiasatinya dengan menanam bawang merah di polybag. Berikut caranya:

Tahap Budidaya Bawang Merah

Mempersiapkan Media Tanam

  1. Siapkan polybag ukuran besar, biasanya polybag ukuran 30cm x 40cm.
  2. Siapkan media tanam berupa campuran tanah gembur, arang sekam, kompos/pupuk kandang dengan perbandingan masing masing 1:1:1. Artinya jika tanah 1 kg, arang sekam 1 kg, pupuk/kompos juga 1 kg.
  3. Siapkan juga pupuk SP-36 (bisa dibeli di toko pertanian) dengan kebutuhan 3 gr per polybag, dan pupuk FURADAN satu sendok kecil per polybag. Kemudian masukan pupuk tersebut ke dalam polybag yang sudah berisi media tanam tadi.
  4. Selanjutnya polybag disiram dan dibiarkan selama 1-2 hari.

Proses Penanaman dan Pemupukan

  • Siapkan umbi bawang merah yang untuk bibit. Sehari sebelum penanaman sebaiknya umbi bawang merah dipotong ujungnya antara sepertiga sampai seperempat dari panjang umbi. Tujuan dari pemotongan ini adalah agar umbi bisa tumbuh merata, merangsang tumbuhnya umbi samping, serta merangsang tumbuhnya anakan. Sebelum ditanam pastikan bekas potongan mengering, hal ini dimaksudkan untuk menghindari pembusukan dan menghindari serangan penyakit pada bekas potongan.

  • Setelah proses pendiaman polybag selama 2 hari, selanjutnya tanam umbi bawang merah dengan posisi tegak sebanyak 3 butir per polybag serta diatur jarak antar umbinya masing masing 5 cm. Tanam umbi sampai ujung umbi nampak rata dengan permukaan tanah.
  • Berikutnya lakukan penyiraman pertama setelah umbi ditanam, kemudian diulang setiap hari hingga daun pertama mulai tumbuh. Jagalah kelembaban tanah sampai umur 50 hari.
  • Penyiraman harus dijaga jangan terlalu basah dan tanahnya menjadi padat. Juga jangan sampai terlalu kering. Selanjutnya penyiraman di polybag menyesuaikan kondisi tanaman. Sebaiknya penyiraman dihentikan 10 hari menjelang tanaman dipanen.
  • Selanjutnya beri pupuk tambahan berupa pupuk NPK (16-16-16) atau pupuk mutiara sejumlah 5 gr/polybag, diberikan tiap-tiap minggu hingga usia 6 minggu dengan cara dicor/ disiramkan di seputar tanaman atau bisa diberikan 2 kali pada usia 15 hts serta 30 hts (hari sesudah tanam) dengan cara dibenamkan ke tanah. Tempatkan polybag ditempat yang terkena cahaya matahari.

Perawatan/ Pemeliharaan.

Pemeliharaan bawang merah meliputi perawatan tanaman dengan menjaga kondisi tetap sehat. Antara lain, pencabutan gulma, pembubunan dan pengendalian hama/penyakit bila ada. Lakukan pembersihan gulma satu minggu sekali atau jika jika telah tumbuh gulma. Lakukan pembubunan atau penimbunan tanah setiap dua minggu sekali. Lakukan pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida yang ramah lingkungan (bisa dibeli di toko pertanian) atau juga menggunakan pestisida organik/alami.

Pemanenan

Panen bawang merah untuk konsumsi atau dijual dipasaran bisa dilakukan pada umur tanaman 55-65 hari, sedangkan jika untuk bibit harus di atas 60 hari dan tidak menggunakan pupuk anorganik.

Tanda-tanda bawang merah siap dipanen antara lain, daun terlihat layu,70-80 % daun sudah menguning dan kering, pangkal daun lemah bila dipegang.

Tanda-tanda lainnya, umbi lapis kelihatan penuh berisi, sebagian umbi tersembul di atas permukaan tanah dan batangnya roboh. Selanjutnya bawang merah dicabut dan dijemur dibawah sinar matahari.

Demikian Cara Menanam Bawang Merah Dalam Polybag silakan dicoba semoga berhasil.

BACA JUGA

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *